Minggu, 27 September 2009

LIBURAN

Ini adalah foto saat nonton Perahu Baganduang bersama AdekKu.
Ini adalah salah satu Perahu Baganduangnya
Liburan........!!!!!!!!!! Apa yang harus dikerjain ya........

Mungkin selama liburan mungkin nggak banyak kegiatan yang dilakukan, salah satunya mungkin tidur!!!!!!!!???? He he he..........

Tapi nggak mungkin tidur teruzz khan??????!! Pastilah adalah bersih-bersih rumah bantu Ortu, atau nggak nonton acara diTV, dengar MP3, OL dan masih banyak lagi.


Di rumah sering dengar Lagu dari MP3 HP dan lagu yang paling aku suka adalah Lagu yang seru aja,,,asal jangan dangdut, keroncong dan teman-temannya.....He he he

Sekarang karena zaman udah canggih dan mederen Lagu udah banyak pembagiannya, yakni POP, DANGDUT, KERONCONG, NASIONAL atau pun Tradisional.


Tapi acara yang paling ditunggu-tunggu selesai Lebaran yang berlangsung tiap tahunnya di Lubuk Jambi adalah PERAHU BAGANDUANG, dimana hampir semua masyarakat L.J melihatnya ke topian sungai Banjar Padang. Yang jelas kami juga melihatnya, sebagai anak LJ gitu....!!!!!!! Acaranya berlangsung pada hari Selasa 22 September 2009 dan pergi bersama teman dan adik yang ku sayang.

Perahu Baganduang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, dalam acara Perahu Baganduang ini dibuka oleh Wakil Bupati, Bapak Mursini sendiri.


Karena hampir seluruh masyarakat Lubuk Jambi dan sekitarnya ikut berpartisipasi melihat acaranya secara langsung, sehingga mengakibatkan jalan di sekitar arena Perahu Baganduang macet total mulai dari Kasang sampai Seb. Pantai. Pelaksanaan Festival Perahu Baganduang dan Prosesi Manjopuik Limau, yang menjadi tradisi dan budaya masyarakat Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik berlangsung sangat meriah.


Rabu, 23 September 2009

RI VS MALAYSIA

Klaim Malaysia Terhadap Budaya Indonesia
Rasa malu, benci, marah, dan sebal bersatu menjadi satu......!!!!!!!!!!!!???
Ini yang dirasakan negriku. NegriKu yang penuh dengan berbagai kebudayaan (dari Sabang – Marauke), budaya yang talah lama ada diambil oleh mereka(malaysia). Dan mereka mempromosikannya lewat “Visit Malaysia Year”, apa alasan mereka mengambilnya???????dan kenapa mereka mempromosikannya??????????????? Apa mereka udah kehabisan kebudayaan????????????!!!!!!!!!!!!!!!!
Mereka adalah tetangga negriku sendiri, konflik ini pun memasuki babak baru. Berbagai pelecehan dilakukan oleh mereka, salah satumya lagu Indonesia Raya.

Secara fisik gitu!!!!!Malaysia bukanlah tandingan Indonesia. Dibanding Indonesia, luas wilayah dan jumlah penduduk Malaysia jauh lebih kecil (eheem). Luas wilayah misalnya, Malaysia “HANYA” 329.847 km2, sedangkan Indonesia mencapai 1.904.569 km2. Dari segi kedaulatan, Indonesia lebih dulu merdeka (iya bukan???????). Bahkan sebagai bagian dari negeri persemakmuran, meskipun sudah merdeka, hingga kini Malaysia masih terikat hubungan historis dengan Kerajaan Inggris Raya (Britania Raya). Kita seharusnya sadar bahwa Negara kita jauh lebih luas dari negara tetangga, yang telah mengklaim berbagai budaya kita.

Mengapa antara Indonesia dan Malaysia kerap terjadi ketegangan?????????Penyebab utamanya karena antara kedua negara terdapat kesenjangan ekonomi dan budaya, di samping itu masih belum adanya kepastian mengenai batas wilayah teritorial laut contohnya : Blok Ambalat yang menjadi rebutan oleh Malaysia dan Indonesia sampai saat ini.

Malaysia kembali berulah dengan melakukan klaim terhadap kebudayaan kita, kali ini yang menjadi sasaran adalah TARI PENDET asal BALI dan masih banyak lagi. Mereka menggunakannya untuk iklan pariwisata malaysia. Setelah mereka “mengirim” teroris ke Indonesia, sekarang mereka mau “mencuri” kebudayaan Indonesia.
Huuuuuuuh.......!!!!!!!!!!!apa kita nggak sebel jadinya (Mereka begitu jeli memanfaatkan situasi dimana sebagian besar rakyat Indonesia sudah tidak begitu memperhatikan kebudayaannya sendiri). Situasi dimana rakyat Indonesia lebih bangga jika menggunakan yg berbau luar dan asing. Situasi dimana, kebudayaan tersebut sudah jarang dan hampir punah mungkin dari bumi pertiwi, dikarenakan hanya sedikit orang yang mau tetap melestarikannya. Ini menjadi cambuk bagi kita untuk instropeksi, disamping memang ulah negara sebelah yg kelewat batas terhadap budaya kita.
Mengapa Malaysia gemar mengklaim budaya Indonesia??????????Karena dalam soal budaya , Malaysia bisa dikatakan “bagian” dari Indonesia. Bahkan yang disebut bumiputera (penduduk asli Malysia) pada hakikatnya merupakan keturunan Indonesia terutama Melayu dan Bugis.

Atau mungkin disebabkan “KEMISKINAN” budaya inilah yang memaksa Malaysia mengidap penyakit KLEPTOMANIA, terutama dalam menggalakkan kampanye pariwisata bisnis yang sangat menggiurkan. Padahal, menu dasar bisnis pariwisata adalah kekayaan alam dan budaya. Karenanya bunga bangkai dan sejumlah warisan budaya RI pun dijadikan ikon kompanye pariwisata Malaysia.

Tapi lain halnya dibidang ekonomi, Malaysia mengalami kemajuan pesat melebihi Indonesia. Namun kita harus selalu berjuang untuk mempertahankan budaya kita yakni “BUDAYA INDONESIA” yang penuh dengan keaneka ragaman dan harus lebih dilestarikan lagi, agar tidak ada lagi yang bisa mengklaim budaya kita walau ekonomi kita nggak maju seperti negara Malaysia.

Coba perhatikan Budaya Indonesia yang diklaim Malaysia

1. Batik
Batik yang berasal dari Jawa pun ikut jadi sasaran bagi mereka. Klaim Malaysia atas batik sangat meresahkan perajin batik Indonesia. Bangsa ini harus segera menghapus bayang-bayang yang meresahkan itu agar perajin batik Indonesia lebih meningkatkan kreasinya.Sekarang, sudah saatnya perajin batik BERSATU, menunjukkan eksistensi bahwa batik adalah warisan asli Budaya Indonesia.

2. Tari Pendet

Sampai TARI PENDET dari BALI juga ikut diklaim oleh mereka. Geram dan marah muncul dari masyarakat Indonesia menyikapi klaim kebudayaan yang dilakukan Malaysia. Pola pengklaimannya pun dilakukan melalui momentum formal kenegaraan. Seperti melalui media promosi ‘VISIT MALAYSIA YEAR’, apa kita nggak marah dan geram jadinya mereka mengaku bahwa itu budaya mereka yang jelas-jelas itu adalah kebudayaan INDONESIA.

3. Wayang Kulit
4. Angklung dari Jawa Barat

5. Reog Ponorogo dari Jawa Timur
6. Kuda Lumping dari Jawa Timur
7. Bunga Rafflesia Arnoldi

8. Alat Musik Gamelan dari Jawa
9. Keris10. Rendang Padang
10. Rendang Padang
11. Lagu Soleram dari Riau
12. Lagu Rasa Sayange dari Maluku
13. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi
14. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur
15. Tari Piring dari Sumatera Barat
16. Lagu Kakak Tua dari Maluku
17. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara
18. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumbar
19. Kain Ulos
20. Sambal petai
Asstaghfirullh,, sungguh banyak budaya kita yang dikalim oleh mereka. Sekarang kita harus menjaga dan melestarikannya seperti budaya-budaya kita yang lain, dan kita harus lebih mencintai produk dalam negri daripada produk luar negri.
Kita juga harus mempromosikannya dengan berbagai cara, baik media cetak atau media elektronik.
Katakan GO INDONESIA,agar tidak ada lagi yang dapat mengklaim budaya Indonesia.

Sabtu, 22 Agustus 2009

Juara Pacu Jalur 2009

Juara Pacu Jalur Nasional Tahun 2009 di Teluk Kuantan Tepian Narosa Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi

1 . PUTIH MANDI MAYANG TERURAI
DESA RANTAU SIALANG
KEC. KUANTAN MUDIK
2 . TODUANG BISO ROMBO PIAKO
DESA PEBAUN HILIR
KEC. KUANTAN MUDIK
3 . UPEA SAGHOK GHIMBO DUSUN
DESA PASAR USANG
KEC. KUANTAN HILIR
4 . KALOJENGKING 3 JUMBALANG
DESA SEI.MANAU
KEC. KUANTAN MUDIK
5 . PALIMO OLANG PUTIH
DESA SEI. ALA
KEC. HULU KUANTAN
6 . BATU LOMPATAN HARIMAU KOMPE
DESA KINALI
KEC. KUANTAN MUDIK
7 . NGIANG KUANTAN CAHAYO NAGORI
DESA KAMPUNG BARU
KEC. GUNUNG TOAR
8 . DELIMA INDAH PERMATA KUANTAN 09
DESA SAIK
KEC. KUANTAN MUDIK
9 . GELOMBANG PUTIH DANAU KERAMAT
DESABUKIT PEDUSUNAN
KEC KUANTAN MUDIK
10 . SILUMAN BUAYO DARO
DESA SITORAJO
KEC. KARI

Senin, 17 Agustus 2009

Pentas Seni


Jalur adalah sampan berukuran panjang 25-40 M, proses pembuatan Jalur ini dimulai dari musyawarah dan mufakat masyarkat untuk mencari kayu ke hutan. Penebangan kayu harus yang memenuhi persyaratan, baik besar kayu, panjang kayu, umur kayu, dan bahkan dinilai dari marwah kayu itu sendiri yang berada disekitar hutan. Setelah penebangan kayu dilaksanakan, kayu dibentuk setengah jadi dan selanjutnya diangkut kedesa dan dilanjutkan setelah sesampainya di desa dan siap untuk dilayur (diasapi).

Dalam proses pengasapan jalur tadi, masyarakat yang punya hajatan disuguhkan makanan khas Kuantan Singingi dan diselingi dengan kegiatan kesenian tradisonal. Pacu jalur merupakan pesta Budaya Rakyat yang dilaksanakan tanggal 21-24 Agustus setip tahunnya. Pesta budaya rakyat ini telah menjadi Event Nasional dan diikuti oleh Kabupaten-Kota se-Propinsi Riau, Propinsi tetangga, bahkan diikuti oleh negara jiran Malaysia, Brunei dan Singafore. Antusias pengunjung sangat tinggi untuk menyaksikan Pacu Jalur, apalagi kalau ada yang diunggulkan. Disamping nilai budaya yang sangat unik, baik entuk Jalur, cara memacukan mempunyai makna dan harus didukung stamina yang prima

13 juli,, semarak pacu jalur mulai dirasakan oleh masyarakat kuansing,,,""
pacu jalur yang merupakan tradisi turun temurun tersebut diadakan di dua lokasi yaitu di kecamatan baserah dan puncaknya diadakan di tepian narosa Taluk Kuantan.
pacu jalur ini disambut dengan meriah,,,

Festival Pacu Jalur

Para anak jalur berusaha mendayung sekuat tenaga agar jalur bisa mendahului lawan pada festival pacu jalur di Sungai Kuantan, Taluk Kuantan, Kabupaten Kuansing, Riau, Kamis (6/8). Festival tahunan ini merayakan kemerdekaan RI yang merupakan warisan buadaya Kabupaten Kuantan Singingi yang telah berlangsung sejak tahun 1900. Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir (VLA) 06-08-2009Tradisi dan budaya pacu jalur, kini telah populer hingga ke tingkat Nasional. Banyak orang yang takjub dengan tradisi dan budaya pacu jalur. Ini di karenakan pacu jalur memiliki keunikan tersendiri. Bentuknya jalur yang panjang hingga 30 meter, dihiasi dengan warna warni.

Satu buah jalur, berisikan 50-60 buah orang anak pacuan. Merekalah yang bertugas memacukan jalur terpanjang di dunia tersebut. Banyak kalangan masyarakat Kuansing, baik di kampung halaman maupun yang berada di perantauan kalau pacu jalur yang telah populer di setiap kecamatan dan di Teluk Kuantan, awalnya di pacukan di Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir, yakni di tepian Lubuk Sobae.

Hingga, usia pacu jalur ke 106 tahun tepat Agustus 2009 ini, pacu jalur masih dipacukan di Tepian Lubuak Sobae, Baserah Kecamatan Kuantan Hilir. Menurut, salah seorang tokoh masyarakat Kuantan Hilir Yanizur Taher Spdi yang kini terpilih sebagai ketua umum panitia pacu jalur di Kecamatan Kuantan Hilir 2009, kepada Riau Pos, disela-sela pelaksanaan perpacuan final, Rabu (15/7), menyebutkan, kalau pacu jalur pertama kali di perpacukan di mulai di Tepian Lubuk Sobae, Baserah Kecamatan Kuantan Hilir pada 1960-an.

Memang, kata Yanizur, pacu jalur pernah ditampilkan di Teluk Kuantan pada saat perayaan HUT Ratu Inggris. Tapi, awal kalinya dipacukan dilaksanakan di Lubuk Sobae, Baserah Kecamatan Kuantan Hilir. Dikatakannya, pacu jalur dilaksanakan di tepian Lubuak Sobae, Baserah kecamatan Kuantan Hilir enam sampai tujuh buah jalur.

Itupun dilaksanakan pada saat peringatan hari-hari besar islam. ''Tak banyak ketika itu jalur yang dipacukan, hanya enam sampai tujuh buah jalur pada saat peringatan Hari Besar Islam,'' ujarnya.

Ini dikarenakan, susahnya membuat jalur ketika itu. Proses pembuatan satu buah jalur saja, kata Yanizur Taher yang juga Kacab Dinas Pendidikan Kuantan Hilir, memakan waktu satu tahun. Bukan dikarenakan kayu jalur yang tak tersedia, namun jalan ke rimba belantara yang belum ada. Sehingga untuk mencari kayu jalur harus menempuh jalan kaki dan memakan berhari-hari. Pergi pun harus membawa bekal makanan di perjalanan.

Inilah selayang pandang dari Festival Budaya Kuantan Singingi 2009